Realita Cinta Riany 8
“Bumbu rumah tangga”
Semua orang yang telah
berumah tangga telah mengetahi konsekuensi dari keputusanmereka untuk menikah.
Karena dalam rumah tangga itu bukannya hanya kesenangan dan kebahagiaan saja
tetapi ada satu hal yang selalu pengantin bariu lupakan yaitu muunculnya permasalah
rumah tangga. Namun hal itu tak lagi di anggap tabu oleh karena itu kita harus
siap menghadapi rumah tangga yang sesungguhnya karena Alloh dalam setiap
menguji umatnya itu berbeda-beda melainkan sesuai denga tingkatannya atau kemampuan seseorang.
Dari awal suami nong
telah mengatakan bahwa kita harus bener-bener menyiapkan diri untuk menghadapi
permaslahan-permasalah yang akan muncul ntah kapan itu saatnya. Karena saat ini
nong tak setiap hari menemani sang suami dan nong hanya bisa pulang jika ada
kesempatan libur kuliah dan itu pun jika tak ada jadwal kuliah bisa di bilang
jadwal kosongnya hanya 3 hari. Berhubung nong itu pengantin baru dan rasanya
ingin selalu bertemu bahkan tak mau dipisahkan walau hanya 1 detik. Kita
meyadari kalau perpisahan sementara ini aka nada manfaatnya bagi keluarga
kecilnya. Makanya pada saat ada kesempatan bersama mereka selalu
memanfaatkannya denga keharmonisan, keromantisan dan lain sebagainya karena
dari pada memperbesar masalh kecil yang memang suka ada perbedaan pendapat dan
perbedaan pemahaman terkadang itu juga akan memunculkan permasalahan. Tapi
suami nong selalu menyikapinya dengan dewasa dan mengingatkan nong bahwa” dalam
waktu yang singkat ini kita jadika pertemuan yang bermanfaat tidak untuk
memperkarakan masalah kecil”. Dan kita sadari mengapa kita selalu mesra saat
bersama karena jarangnya bertemu dan kalupun ada sedikit masalah maka kita
segera bemaafan dan suami nong selalu yang memulai menghangatkan suasana lagi
dengan cara membelai wajahnya dan mengatakan kata-kata sayang dengan mesra
samapi nong merasa tenang dan berpikir untuk memanfaatkan waktu yang singkat
itu. Karena mereka sadari adanya permasalahan itu dalam keluarga sangatlawa
wajar itu hany bumbu dalam rumah tangga. Ketika hari pertama setelah nikah dia
mengatakan sesuatu, “ nong jika menemukan berkas ato foto-foto yang dulu jangan
berpikiran kalau A masih mengingatnya. A menyimpannya bukan berarti akan
mengabadikan”. Oh,,iyah a jawab nong.
Pagi itu ketika suami
nong pergi kebelakang rumah, kemudian nong merapihkan lemari baju karena nong
pikir dari pada ga ada kerjaan mendingan merapihkan baju biar tak terlihat
berantakan. Saat menyusun baju-baju nong menemukan map berwarna merah muda
karena nong penasaran lalu nong membukanya. Tapii ternyata semua yang ada di
map itu kenangannya selama bersama dengan mantan-mantan atau dengan perempuan
yang pernah dekat dengannya. Salah satunya ada foto dan kalung yang diberiln
salah satu mantannya dia. Nong sedikit kecewa sama suaminya meski dari awal dia
mengatakan kalau berkas itu udah tak ada artinya lagi. Tapi setidaknya dengan
adanya berkas itu akan membuat istrinya sakit hati, karena nong pikir meski
berkas itu masih ada berarti diamasih menyimpan kenangannya selama dengan
mantannya itu. Keluarlah tangisan nong saat itu .
Tak lama kemudian sebelum
nong tutup map itu suaminya keburu dating dan berkata:” sedang apa nong? (dia
sambil melihat map yang dipegang nong dan dia kaget karena melihat nong yang
sedang menangis saat itu). Ya alloh nong,, maafin Aa, beneran A ga maksud buat
nong sakit seperti ini. Kan A pernah bilang kalau nong temui berkas itu bukan
berarti A masih mengenangnya. Belum sempat A buang. Ya sudah A buang sekarang
yah? Gak usah A, masa pemberian orang lain A buang (jawab nong sambil menangis
yang kesakitan karena cemburu). Ah,,daripada map ini menbuat istri A menangis.
Lalu suaminya nong langsung membawa map itu dan dia ingin membakarnya. Karena
nong tak bisa berbuat apa-apa hanya bisa meneruskan menangisnya sambil
tengkurap d tas kasur. Setelah selesai membakarnya lalu suaminya nong masuk ke
kamar lagi dan mengatakan kalau dia sudah membakar semua berkas dan
foto-fotonya itu. “ nong semua fotonya sudah A bakar, jadi maafin A yah, A
sayang banget sama nong. Karena A sudah mengambil keputusan memilih nong saat
itu juga a sudah menguibur masa lalu A, karena nong adalah masa depan A”( dia
langsung memeluk nong dan kembali menenangkan nong, tapi tangisan nong malah semakin keras) lalu dia mengatakan “
nong tahan yah jangan terlalu keras kalau terdengar orang lain gak enak sayang,
nanti disangkanya kita lagi berantem). Iyah A,, maafin nong juga yah,, bukan
nong tak yakin sama A mungkin ini bukti kekuatan cinta nong sama A makanya nong cemburu berlebih sama a. nong gak bisa
ngurangi rasa cemburu ini. Yaah jangan di kurangi atuh nong,, kalau dikurangi
berarti cinta nong juga berkurang dong sama Aa (jawab Aa sambil bercanda
mengalihkan suasana yang sebelumnya tak nyaman itu) karena nong merasa nyaman
dalam dekapan suaminya lalu nong memaafkannya dan mereka menyadari ini lah awal
dari berumah tangga. Dan ini merupakan bumbu dalam rumah tangga. Tidak apa-apa
ini hanya sebagai penyedap sajah asalkan jangn setiap hari sajah ulas suami
nong.
Dia selalu mengingatkan “mungkin saat ini rasa kesel terhadap
pasang bisa tertutupi dengan rasa rindu karena jarangnya bertemu” tapi rumah
tangga yang sebenarnya yang akan kita hadi itu ketika nong selesai kuliah.
Karena saat itulah waktu bersama kita akan sangat lama. Lalu suami nong
bertangya” nong, apakah kalu tua nanti nong akan bersikap sama yang menyayangi
A dengan setulus hati?. Insya Alloh A baik dulu, saat ini, esok dan seterusnya
rasa sayang nong akan bertambah. Lalu suami nong tersenyum senang dan
menguicapkan syukur kepada Alloh.”Alhamdulillah,,terimakasih ya nong.. A sayang
nong karena Alloh,, serius deh.heee.. hee J J
. dan mereka berdua saling mengungkapkan rasa sayangnya dengan mesra dan
menikmati malam itu seakan malam itu adalah miliknya berdua. Rasa bahagia
selalu terpancar dari mereka yang selalu mengutamakan kasih sayang yang tulus.
Meski tak berlimpah materi tetapi bukan sebuah penghalang bagi mereka untuk
memadu kasih dan menjalani hidup bersama ini merupakan realita cinta sepasang
insan Alloh yang mulia. Rasa syukur selalu mereka panjatkan karena tanpa rasa
syukur yang besar maka hidup kita tak akan pernah merasa cukup. Mereka tak
meminta lebih hanya meminta kecukupan bagi kelangsungan hidupnya. Meskipun
banyak orang yang memandang keluarga kecil mereka itu tak berlimpah materi tapi
mereka mengakui keharmonisan keluaga kecil nong. Bahkan mereka merasa iri
dengan melihat kebhagiannya. Dan sekarang nong dengan suaminya hidupnya bahagia
akan lebih lengkap lagi jika sebega di karunia buah hati. Nantika kisah cinta
selanjutnya bagaimana jika nong mendapatkan buahati yang mereka sangat
dambakan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar